Senin, 06 Oktober 2014

Bingung Menentukan Tujuan Hidup? Tanyakan Hal Ini Pada Dirimu sendiri

Tujuan hidup tidak selalu bisa kita temukan dengan mudah. Diperlukan proses panjang dan kerja keras untuk bisa menggali hal yang benar-benar ingin kita lakukan. Bahkan tidak sedikit orang yang menghabiskan separuh atau lebih waktu hidupnya sampai ia bisa menemukan apa yang menjadi panggilan jiwanya yang terdalam.
Apakah kamu termasuk orang yang merasa belum menemukan tujuan hidupnya? Bingung menentukan apa yang harus kamu lakukan? Tidak perlu lagi bimbang dan gamang, di artikel ini Hipwee akan memberikan 5 pertanyaan yang bisa kamu tanyakan pada dirimu demi bisa membantumu menemukan tujuan hidup.


1. Sebenarnya, Hal Apa Sih yang Paling Membuatku Bahagia?

Temukan hal yang paling membuatmu bahagia
Temukan hal yang paling membuatmu bahagia via galleryhip.com
Tanyakan pada dirimu sendiri, dalam hal apa sih kamu merasa paling puas dan merasa bahagia jika melakukannya? Apakah kepuasan dan kebahagiaan bisa kamu dapatkan saat memasak, menulis, atau ketika kamu mendengarkan orang lain menceritakan masalahnya padamu? Setelah mengetahui jawabannya, cobalah hubungkan kepuasan paling besar yang kamu dapatkan dengan hal yang kini kamu lakukan sehari-hari.
Jika kamu merasa mendengarkan orang bercerita dan memberi mereka solusi jadi hal yang paling membuatmu “penuh” sebagai manusia, tak ada salahnya kamu coba masuk Jurusan Psikologi demi mengejar karir sebagai psikolog. Kalau kamu sudah terlanjur masuk jurusan yang tidak ada hubungannya dengan Psikologi, kamu pun masih bisa jadi volunteer di berbagai kegiatan peer-konseling .
Dengan cara ini, kamu akan tetap punya akses ke hal yang paling membuatmu merasa penuh jiwanya — meski kelak tidak berkarir langsung di dalamnya.


2. Apakah Hal yang Aku Lakukan Akan Membawa Dampak Baik Bagi Orang-Orang Terdekatku?

Akankah perbuatanmu membawa perubahan?
Akankah perbuatanmu membawa perubahan? via proof.nationalgeographic.com
Cara termudah menemukan tujuan hidup adalah dengan mengerucutkan dampak yang ingin kita ciptakan kemudian memantulkan proyeksinya pada orang-orang terdekat.
Kamu ingin jadi pekerja NGO tapi masih bingung harus masuk ke NGO yang mana? Sebelum memilih berdasarkan kebutuhan paling mendesak seluruh bangsa Indonesia, cobalah pilih NGO yang paling bisa menciptakan perubahan dalam kehidupan keluargamu atau masyarakat tempatmu tinggal.
Jika kamu adalah orang yang tinggal di daerah yang masih kuat dengan budaya tanah ulayat (tanah adat – red), kenapa tidak mencoba bergabung di NGO yang fokus mendampingi advokasi komunitas adat dengan berbagai korporasi besar? Pengalaman personalmu akan membantu dalam upaya negosiasi yang kamu lakukan. Pendekatan yang kamu pilih pun bisa lebih tepat.
Setiap kamu bingung harus melakukan apa atau dihadapkan pada pilihan yang sulit, memperkirakan dampak yang bisa kamu ciptakan pada orang-orang terdekat adalah langkah cerdas yang layak dicoba.


3. Apakah Kelak Hal Ini Bisa Dengan Bangga  Kuceritakan Pada Anak-Anakku?

Apakah kamu akan dengan bangga menceritakannya ke anak-anakmu?
Apakah kamu akan dengan bangga menceritakannya ke anak-anakmu? via pocketnewsalert.blogspot.com
Saat masih bimbang memutuskan sesuatu, coba set pikiranmu untuk berpikir dalam jangka panjang. Apakah kelak hal yang kamu pilih bisa kamu ceritakan dengan bangga pada anak dan cucumu? Apakah mereka akan tergerak untuk melakukan hal yang sama denganmu, atau justru mereka akan memandangmu dengan nanar sembari menunjukkan rasa tidak paham?
Ketika kamu memutuskan melepas karir di dunia perbankan untuk menjadi wanita yang bekerja dari rumah demi bisa mengurus calon anakmu kelak, misalnya. Bisakah kamu membanggakan keputusan itu di hadapan anakmu? Menyesalkah dirimu atas keputusan yang kamu ambil?
Akankah dia memelukmu dan mengucap terima kasih, atau justru meminta maaf karena merasa kehadirannya telah membuatmu harus melepasakan panggilan hidupmu yang paling lantang?


4. Pencapaian dan Perubahan Apa yang Paling Ingin Aku Ciptakan?

Pencapaian macam apa yang ingin kuciptakan?
Pencapaian macam apa yang ingin kuciptakan? via www.laurasalvinelli.com
Visualisasikan pencapaian dan perubahan apa yang paling ingin kamu raih dan ciptakan. Kemudian, lihatlah pada hal yang sedang kamu lakukan sekarang. Apakah aktivitas yang kamu lakoni saban hari  bisa mengantarmu mencapainya? Semisal, kamu ingin jadi seorang penulis yang ingin menginspirasi banyak orang. Hingga hari ini, kamu hanya menulis di rubrik cerpen di sebuah koran lokal. Tanyakan pada dirimu, apakah yang kamu lakukan itu sudah cukup?
Apakah kamu sudah cukup banyak membaca, sudah cukupkah kamu membongkar banyak plot buku demi bisa menciptakan jalan cerita yang menarik, sudah cukupkah lamakah kamu duduk di depan komputer dan menulis saban hari? Apakah kamu perlu memperluas jangkauan penulisanmu agar lebih bisa menciptakan pengaruh bagi orang lain?
Setelah menemukan jawabannya, aplikasikan hal tersebut pada keputusan dan tindakan yang kamu ambil setiap hari. Jangan berhenti di wacana penuh basa-basi.


5. Jika Besok Saatnya Mati, Cukup Banggakah Aku Pada Diriku Hari Ini?

Jika besok saatnya mati, bisa berbanggakah kamu pada yang kamu lakukan hari ini?
Jika besok saatnya mati, bisa berbanggakah kamu pada yang kamu lakukan hari ini? via www.clownswithoutborders.com.au
Membayangkan bahwa besok kamu tak lagi punya kesempatan hidup jadi cara ampuh untuk menemukan hal terpenting yang memang paling ingin kamu lakukan. Bayangkanlah seandainya hari ini adalah hari terakhirmu di dunia. Apakah kamu cukup bahagia dengan apa yang akan orang-orang ceritakan tentangmu di pemakaman? Seperti itukah kamu ingin diingat dan dikenang?
Sebagai contoh, kamu adalah pria yang mahir main gitar dan merasa mampu menghidupi diri dari kegiatan bermusik. Tapi hingga kini kamu masih bekerja di sebuah perusahaan Multi Nasional ternama karena tuntutan lingkungan dan keluarga. Jika besok kamu mati dan bisa mendengar apa yang orang-orang bicarakan tentangmu di pemakaman mana yang lebih bisa membuatmu tidak menyesali hidup?
Putar berbagai skenario macam ini di otakmu, kemudian tentukan langkah yang paling tepat untuk kamu ambil. Semua keputusan ada di tanganmu.

Bagaimana? Siapkah dirimu menanyakan 5 pertanyaan penting itu pada diri sendiri? Sudah siapkah kamu membuka diri demi menemukan tujuan hidupmu yang paling jujur?

excerpt from-Hipwee
budhiku_budhimu_budhikita


 

Cewek Yang Dapat Predikat Tomboy Pasti Paham Dengan Hal-Hal ni

   Sebagai cewek, kamu dituntut punya wajah ayu, sikap yang lemah lembut, dan tutur kata yang halus. Tapi nyatanya tidak semua cewek punya karakter yang seragam. Bahkan ada lho cewek-cewek yang karakter dan penampilannya justru mirip cowok.
Dikenal dengan istilah tomboy, cewek-cewek jenis ini lebih suka pakai celana daripada rok, tidak doyan berdandan, hobi olahraga, dan punya banyak teman cowok. Selain itu, cewek tomboy juga punya kepribadian yang tangguh, easy going, dan nggak ‘menye-menye’.
Sebenarnya apa sih yang mereka rasakan ketika ‘tampil’ berbeda dari cewek-cewek pada umumnya? Supaya tau kisah lengkapnya, simak di artikel ini, yuk!

1. Predikat tomboy resmi disematkan padamu setelah kamu mengaku fobia pada benda-benda ini!

A. Baju-baju ‘unyu’

baju ‘unyu’ bikin gatel via www.aliexpress.com
Entah kenapa kamu merasa nggak nyaman ketika memakai baju yang ‘cewek banget’. Misalnya nih, baju dengan bahan lace seperti gambar di atas membuatmu merasa gatal!

B. Baju ketat

baju ketat via www.aliexpress.com
Bahan spandek dengan potongan yang press badan juga membuatmu merasa sesak. Kamu nggak nyaman kalau lekuk tubuhmu terlihat dengan jelas. 

C. Rok

rok mini
Mengenakan rok juga membuatmu nggak nyaman. Kamu cuma ikhlas mengenakan pakaian ini saat masih sekolah.
“Ya iyalah, kalau nekat pakai celana bisa dipanggil Guru BK, Sis!”

D. Sepatu berhak tinggi

high heels via imgfave.com
Alasannya?
1. nggak bisa jalan kalau pakai heels
2. bikin pegel
3. kaki lecet-lecet
#udah gitu aja

E. Aksesoris cewek

aksesoris lucu via ijarlinajung.blogspot.com
Pertanyaan pertamamu abad ini adalah…
“Apa sih faedahnya pakai aksesoris kayak gitu?” 

F. Alat makeup

makeup set via www.lovethispic.com
PERMISI…mohon dibantu Ibu-ibu…
“Bedanya eyeshadow sama eyeliner itu apa ya?”

2. Penampilan yang ‘kamu banget’ justru yang kayak gini…

gaya tomboy via qwear.tumblr.com
Yup, setelan andalanmu terdiri dari jeans belel, kaos gombrong, jaket, sepatu kets, dan wajah polos tanpa sapuan kosmetik! 

3. Ketika melihat isi lemari, kamu emang cuma punya…

kaos oblong via 5osial.wordpress.com
KAOS OBLONG!!!

4. Dan dari sekian kaos oblong yang ada di dalam lemarimu, warnanya pun cuma…

Hitam Putih via www.prettydesigns.com
1. Hitam
2. Putih
3. Abu-abu
4. Coklat
5. Hitam lagi!
6. Putih lagi!
dan seterusnya… (Ya ampun, hidup kok nggak BERWARNA!)

5. Lantaran fobia bersolek dan nggak punya baju yang ‘layak’, beginilah ekspresimu ketika dapat undangan nikahan teman…

duh, nggak punya baju! via friends.wikia.com
“Aku nggak punya baju! Aku nggak bisa dandan!”#MATIH

6. Kamu pun panik ketika keluarga menggelar hajatan dan semua saudara perempuanmu berdandan dengan rambut yang DISANGGUL! 

7. Ya…gimana nggak panik kalau rambutmu cepak atau nyaris cepak?

rambut pendek via www.teen.com
Pertanyaan keduamu abad ini adalah…
“Gimana caranya supaya sanggul bisa nempel di rambutku?”

8. Lewat gaya pakaian dan dandanan, sebenarnya kamu hanya ingin menampilkan karaktermu yang simpel. Sama halnya ketika menata kamarmu…


kamar minimalis via rumahdijual.com
Menurutmu, kamar nggak perlu diisi terlalu banyak barang. Cukup barang-barang yang penting dan digunakan sehari-hari saja. Kamu merasa nggak perlu menyimpan boneka atau memasang wallpaper ‘unyu’. Ketika teman-teman cewekmu melihat kamarmu, mereka nggak akan bilang: “Ih…kamarnya lucu banget!

9. Menurutmu, kamar sudah cukup nyaman ketika ada TV yang bisa menyiarkan pertandingan…bola!

nonton bola via nonikhairani.com
Begadang sendirian nonton bola? WES BIASA!

10. Nggak cuma nonton, kamu pun doyan melakoni olahraga yang diminati para cowok. Bahkan, kamu termasuk pelaku olahraga ekstrem!

olahraga ekstrem via www.mqld.org.au
“Kalau kamu macam-macam sama aku, tak tabrak pakai motorku lho, Mas!”

11. Menggemari dunia cowok membuatmu punya BANYAK teman cowok

punya banyak temen cowok via butthetruthis.tumblr.com
Jadwal kegiatan:
Senin -> latihan sama anak-anak karate
Selasa -> nongkrong bareng teman-teman parkour
Rabu -> kumpul Madridista Indonesia
Kamis -> latihan wall climbing
Jumat -> istirahat
Sabtu – Minggu -> naik gunung

(Ya elah, tiap hari ketemunya cowok terus dong, Mbak?)

12. Saking deketnya sama teman-teman cowokmu, kadang mereka lupa kalau kamu cewek!

cewek apa cowok? via forums.leagueunlimited.com
Teman 1: “Wuidiw…ada geng cewek cakep tuh!”
Teman 2: “Eh iya! Gw mau yang baju pink!”
Teman 1: “Gw yang kuning tuh kece banget!”
Teman 2: “Kalau lo mau yang mana?”
Kamu: (bengong sambil minum air putih banyak-banyak)

13. Terkecoh dengan penampilanmu, ada saja yang memanggilmu dengan sebutan ‘Mas’!

jangan panggil ‘mas’! via ohnotheydidnt.livejournal.com
Nggak cuma KZL, sakitnya tuh di sini… *sambil nunjuk pantat

14. Kadang, kamu juga dibilang ganteng!

jangan panggil ‘ganteng’! via www.eonline.com
“Ya Tuhan, berilah aku kekuatan menghadapi cobaan ini. Aku ini cewek, Tuhan!”

15. Kamu pun sering jadi sasaran bully teman-temanmu

jangan bully, please via mashable.com
Ketika lagi nongkrong dengan teman-temanmu, tiba-tiba seekor kecoa muncul tanpa dosa…
Teman: “Eh, ada kecoa, tuh!”
Kamu: (melompat dari kursi) “Ya ampun! Bunuh keconya! Jijik gw!”
Teman: (bengong sejenak kemudian sadar) “Hah, lo takut sama kecoa?”
Kamu: “Iyalah, gw takut dan jijik banget!”
Teman: “Wow, cewek kayak lo bisa takut sama kecoa! Gw pikir kecoa tuh camilan lo sehari-hari!”
Kamu: (cuma bisa berbesar hati)

16. Lebih sering main sama cowok, kadang kamu jadi canggung saat kumpul sama teman-teman cewekmu

canggung ketemu temen-temen cewek via blokufo.blogspot.com
Yang selalu kamu ingat ketika ketemu teman-teman cewekmu adalah:
1. Jangan ngomong kasar
2. Jangan ngomong jorok
3. Nggak boleh nge-bully fisik
4. Jangan buang sampah sembarangan #apasih

17. Kamu merasa nggak nyambung kalau harus ngobrolin girl things

girl things? apa sih? via www.wikihow.com
Teman cewek 1: “Eh, aku beli kutek baru, lho”
Teman cewek 2: “Ih…lucu banget warnanya…”
Teman cewek 3: “Mau coba dong. Kayanya cocok deh di kukuku!”
Kamu: (cuma bisa nyengir kecut)

18. Apalagi kalau TERPAKSA belanja sama mereka

ketika belanja bareng temen cewek via ucdtextstyles.blogspot.com
Satu kata yang ada di kepalamu adalah…SEBEL!
Teman-teman cewekmu bisa menghabiskan waktu berjam-jam ketika belanja. Selain kamu bakal menderita pegal-pegal ketika menemani mereka, kamu pun nggak menemukan satu atau dua barang yang sesuai sama seleramu.

19. Dan bencana terbesar dalam hidupmu adalah saat jadi korban makeover

jadi korban makeover via glee.wikia.com
Menurut teman-teman cewekmu, kamu nggak cukup mengerti dunia cewek, misalnya soal makeup dan fashion. Selain tomboy, kamu juga dapat predikat dekil. Akibatnya, mereka semangat banget buat makeover penampilanmu. Kata-kata pamungkas mereka adalah…
“Udah deh diem aja. Pasti jadi cantik!”

20. Makeover emang bikin kamu jadi lebih cakep, tapi komentar orang-orang tetap…menyakitkan!

setelah makeover jadi cakep via www.pygmalionland.com
Setelah di-makeover dan ketemu teman-teman cowokmu…
Teman 1: “Lo dandan? Wah, gw rasa lo lagi kesurupan!”
Teman 2: “Buset! dandan? Kayak cewek aja lo!”
Teman 3: “Cie…pasti lagi jatuh cinta?”
*brb hapus makeup 

21. Sekalipun udah cakep, teman-teman cowokmu nggak akan naksir kamu selama kelakuanmu tetep…

22. Ketika cowok yang sudah kenal dekat nggak akan naksir kamu, cowok yang belum kenal pun akan takut buat menggodamu


cewek tomboy jangan digodain via www.fandango.com
Ketika kamu lewat dengan anggun di kantin kampus…
Cowok 1: “Broh, cewek cakep tuh!”
Cowok 2: “Wah, berani-beraninya lo! Anak karate tuh, mau lo di banting?”

Padahal, dalam hatimu…
“Aku juga pengen digodain, Mas! Godai aku, please…”

23. Tapi, meskipun tampil tomboy, kamu tetaplah cewek yang paham kodratmu di dunia ini

kamu tau kodratmu sebagai cewek via www.fanpop.com
Lepas dari pilihan penampilan dan perilakumu, kamu tetaplah seorang cewek yang paham tentang kodratmu sebagai seorang perempuan. Kamu pun mengerti bahwa selayaknya cowok dan cewek punya ciri-ciri dan karakter yang membedakan mereka.

24. Yang pasti, kamu adalah seorang cewek yang tertarik pada lawan jenisnya

cowok idaman kamu via twtrland.com
Meskipun tomboy, kamu tetap punya ketertarikan sama cowok kok. Ketika bertemu dengan cowok yang sesuai kriteriamu, kamu pun bisa merasakan ‘suka’ atau bahkan jatuh cinta.

25. Bahwa suatu hari nanti kamu akan menikah. Menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anakmu

jadi istri dan ibu via favim.com
Nanti, akan ada saat dimana kamu menemukan pasangan hidupmu dan akhirnya menikah. Setelahnya, kamu pun akan melewati proses alami untuk menjadi perempuan yang seutuhnya, yaitu mengandung dan melahirkan. Sebagai seorang ibu, kamu punya kewajiban untuk mengasuh dan mendidik anak-anakmu kelak.

26. Menjadi seorang cewek sekaligus calon ibu bukanlah perkara mudah, tapi sifat easy going dan sikap yang mandiri sekaligus tangguh adalah modalmu

mandiri dan tangguh via womenquotestumblrphotos.blogspot.com
Sebagai cewek tomboy, kamu cenderung rileks dan punya cara berpikir yang sederhana. Sikap yang maskulin atau kelaki-lakian menjadikanmu lebih mandiri. Ketika segala sesuatunya bisa kamu lakukan sendiri, kamu merasa tidak perlu meminta bantuan orang lain. Bahkan, pilihan untuk menggeluti hobi dan olahraga ekstrem juga menjadikanmu lebih tanggung.

27. Kepribadian yang kuat membuatmu lebih siap dalam menghadapi problematika hidup di masa depan

punya kepribadian kuat via respectwomen.co.in
Punya karakter mirip cowok menjadikanmu pribadi yang kuat. Kamu bukanlah seseorang yang rapuh, gampang menyerah atau putus asa ketika menghadapi kegagalan. Karakter yang kuat menjadikanmu pribadi yang ‘matang’, tenang, penuh perhitungan dan siap dengan segala tantangan dalam hidup.

28. Yang pasti, kamu mengerti bahwa pilihan hidup yang terbaik adalah saat berani untuk menjadi diri sendiri

jadi diri sendiri
menjadi diri sendiri via montanascompassblog.blogspot.com
Ketika banyak orang sibuk berpura-pura agar terlihat keren dan disukai banyak orang, kamu justru memilih cara lain untuk menjalani hidupmu. Pilihanmu adalah tampil sebagai ‘apa adanya’ dirimu. Kamu memilih berdandan dan berperilaku sesuai kehendakmu sendiri tanpa butuh pengakuan atau penilaian dari orang lain.

Yup, itu tadi sekelumit kisah tentang kehidupan para cewek tomboy. Salah satunya bisa jadi pernah kamu alami dalam keseharianmu. Lewat artikel ini Hipwee hanya ingin memaparkan realita yang terjadi tanpa berniat menghakimi pilihanmu. Apakah menjadi tomboy atau feminin, kamu berhak jadi dirimu sendiri!

excerpt from-Hipwee
budhiku_budhimu_budhikita

Selasa, 26 Agustus 2014

Belajar banyak hal baik dengan berteman seorang Introvert

Seseorang dengan kepribadian introvert bukannya pemalu atau penyendiri. Namun, dia memang akan lebih bersemangat, fokus, dan berenergi saat sendirian daripada saat berkumpul bersama orang lain.
Ini bukan hal yang buruk. Justru, banyak orang introvert yang memiliki pribadi kuat, ambisius, dan bisa menerima diri sendiri. Nah, hal-hal ini bisa membuatnya membawa pengaruh baik untuk orang-orang di sekitarnya.
Sahabat saya adalah seorang introvert. Berteman lebih dari 6 tahun, ini lho yang diajarkannya pada saya…

1. Bagaimana Menjadi Pendengar Yang Baik

jadi pendengar yang baik
jadi pendengar yang baik via lukehumbrecht.com
Menjadi pendengar yang baik tidaklah mudah. Seringkali, kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi sehingga tidak mau peduli dengan masalah orang lain. Tapi, bukankah sepatutnya kita bisa lebih perhatian dengan saudara, teman, atau orang-orang di sekitar kita?
Seorang introvert akan selalu siap jadi pendengarmu. Entah kamu lagi marah, sedih, atau kesal — dia akan selalu berusaha ‘ada’ buat kamu. Bukan sekedar mendengar, dia pun siap mendukung dan memberikan kritik ketika menurutnya kamu mulai bersikap tidak rasional. Kadang, ada kalanya dia rela mengesampingkan masalahnya sendiri demi kepentingan orang lain yang dianggapnya sebagai teman. Selain itu, dialah yang akan mengajarkanmu tentang bagaimana mendengar suara hatimu sendiri.


2. Menyayangi Bukan Dengan Kata, Tapi Tindakan

sayang bukan sekedar kata, tapi dibuktikan
sayang bukan sekedar kata, tapi dibuktikan via www.flickr.com
Sekalipun tidak terlalu suka banyak bicara, orang berkepribadian introvert akan menunjukan apa yang dirasakannya lewat tindakan. Sebagai seorang teman, dia dengan senang hati membuatkan segelas teh dan menyodorkan sekaleng kue ketika kamu mampir ke kosan atau rumahnya.
Bahkan, dia rela menunggui dan menyiapkan sekotak tisu ketika kamu sedang dalam kondisi terpuruk dan meluapkan emosimu dengan menangis. Sekali lagi, dia tidak akan banyak bicara, tapi segala yang dilakukannya jelas menunjukan bahwa dia menyayangimu sebagai seorang teman.


3. Menemukan Kebahagiaan Dari Dalam Dirimu Sendiri

menemukan kebahagiaan dari dalam dirimu sendiri
menemukan kebahagiaan dari dalam dirimu sendiri via www.flickr.com
Lebih memilih untuk sendirian, bukan berarti dia kesepian atau minta dikasihani. Dia justru sangat menikmati kesendiriannya. Banyak hal yang mungkin dianggap aneh bagi kebanyakan orang. Dia bisa menghabiskan waktu seharian untuk menulis di dalam kamar, membaca buku di perpustakaan sambil makan es krim, atau mengamati awan dan memotretnya.
Baginya, itulah caranya untuk merayakan kebahagiaan dan menikmati hidup. Teman yang introvert akan mengajarkanmu arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Bahagia bukanlah perkara pengakuan orang lain atas dirimu, tapi ketika kamu bisa merasa nyaman dengan dirimu dan kesendirianmu.


4. Peka Dengan Perasaan Orang Lain Dan Kondisi Sekitarmu

peduli dengan sekitarmu
peduli dengan sekitarmu via www.flickr.com
Seorang yang introvert biasanya sangat peka, baik itu pada lingkungan atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Dia akan tahu ketika kamu sedang sedih atau bahagia. Dia bisa menangkap emosi yang sedang kamu rasakan tanpa perlu banyak bicara atau bertanya.
Sementara, banyak hal di dunia ini yang menarik perhatiannya. Dari hal-hal besar seperti nilai moral, sampai hal-hal pribadi seperti sakit sehabis putus — banyak hal yang seringkali memenuhi kepalanya, dan kebanyakan dari hal ini hanya bisa dituangkan lewat tulisan. Dia memang lebih suka menulis daripada mengobrol. Saking peka-nya, dia juga akan sadar ketika sedikit saja barang-barang di kamarnya bergeser atau berubah posisi.


5. Tentang Bagaimana Menjaga Sebuah Kepercayaan

menjaga sebuah kepercayaan
menjaga sebuah kepercayaan via www.fedusa.org.za
Menjadi introvert berarti menjadi pribadi yang bisa dipercaya. Seorang teman yang introvert bakal siap mendengarkan semua keluh kesah hidupmu: tentang momen putus cinta, dipecat dari kantor, cita-cita, hingga masalah keluarga yang cuma bisa kamu bagi sama dia.
Dia bisa membuatmu merasa nyaman dan percaya ketika menceritakan hal-hal penting dalam hidupmu. Tidak sekedar mendengarkan, tapi memberikan dukungan sekaligus menghormatimu. Caranya menghormatimu adalah dengan menjaga apa yang sudah kamu percayakan padanya — cerita hidupmu dan segala rahasia tentang dirimu.


6. Jalani Hidup Dengan Cara Yang Membuatmu Nyaman

hidup dengan cara yang membuatmu nyaman
hidup dengan cara yang membuatmu nyaman via www.flickr.com
Sekalipun lebih sering terlihat diam dan cool, bukan berarti dia tidak menikmati hidupnya. Mungkin, dia tidak terlihat bercanda dan tertawa terbahak-bahak seperti teman-temanmu yang lain. Baginya, menjadi pendiam dan terlihat layaknya orang yang tidak bahagia adalah kebahagiaan itu sendiri.


7. Bersikap Jujur Tanpa Harus Menyakiti Orang Lain

bersikap jujur tanpa menyakiti orang lain
bersikap jujur tanpa menyakiti orang lain via www.flickr.com
Si introvert memang tidak suka banyak bicara. Tapi di balik sikapnya yang cenderung pendiam, dia justru selalu bisa berpikir dengan rasional.
Jika menurutnya sikapmu sembrono dan cenderung emosional, dia akan mengingatkanmu dengan caranya sendiri. Yup, kelebihan seorang introvert adalah tutur katanya yang tegas sekaligus lembut. Dia bisa dengan jujur dan jelas menyampaikan kritiknya tanpa maksut untuk menyakiti atau merendahkanmu.


8. Harus Berani Mengambil Keputusan

berani mengambil keputusan
berani mengambil keputusan via www.flickr.com
Sikap tenang dan rasional dari seorang teman yang introvert membuatmu mengerti bagaimana seharusnya ketika membuat keputusan. Bukan gegabah atau mudah terpengaruh oleh orang lain, kamu seharusnya mendengarkan suara hatimu sendiri. Apa sih yang sebenarnya kamu inginkan? Apa akibat dari keputusan yang akan kamu ambil?
Nah, ketika sudah bisa memilih, yakinlah pada pilihanmu sendiri. Percayalah bahwa keputusan yang kamu ambil memang sudah tepat. Tidak perlu ragu, menyesal, atau menyalahkan diri sendiri atas keputusan-keputusan yang sudah kamu ambil dalam hidupmu.


9. Tidak Perlu Terlalu Peduli Dengan Omongan Orang Lain

tidak perlu terlalu peduli dengan pendapat orang lain
tidak perlu terlalu peduli dengan pendapat orang lain via www.flickr.com
Dia merasa sudah cukup berbahagia dengan dirinya sendiri. Itulah alasannya kenapa dia merasa tidak perlu terlalu peduli dengan penilaian orang lain. Yup, sikap cuek ketika diperlukan adalah salah satu kelebihan yang dimiliki temanmu yang introvert.
Berteman dengannya membuatmu lebih rileks dan bahagia. Dia bisa mengajarkanmu tentang bagaimana melonggarkan pikiran dan menutup telinga, dari hal-hal yang memang tidak pantas kamu dengar.


10. Ketika Bisa Berteman Dengan Seorang Introvert, Mungkin Kamu Adalah Orang Yang Baik

kamu adalah orang yang baik
kamu adalah orang yang baik via www.flickr.com
Daripada punya banyak teman, seorang introvert lebih memilih punya sedikit teman asalkan berkualitas. Dia lebih suka bergaul dengan orang-orang yang bisa memberi efek positif dalam kehidupannya. Teman yang bisa tulus memberi semangat dan mendukung cita-citanya. Seorang introvert akan berpikir bahwa kesendiriannya jauh lebih berharga dibanding berteman dengan orang-orang yang tidak membuat hidupnya lebih baik.
Setelah membaca uraian di atas, kamu mungkin akan merasa bersyukur jika saat ini ada si introvert yang jadi sahabatmu. Selama masih bisa membawa manfaat baik buat dirimu, berteman dengan seorang introvert itu sah-sah saja!

excerpt from-Hipwee
budhiku_budhimu_budhikita

Minggu, 24 Agustus 2014

Pengen Semangat Saat Terpuruk ? read it

Kamu pasti kenal ‘kan dengan IQ atau Intelligence Quotient? IQ adalah ukuran kecerdasan intelektual seseorang yang dinilai berdasarkan kemampuan kognitif, penalaran, dan logika. Tapi, memiliki tingkat inteligensia yang tinggi ternyata tidak serta-merta menjamin seseorang jadi orang yang sukses tuh.
IQ tetap perlu didukung oleh yang namanya kecerdasan emosional (Emotional Intelligence/EI atau sebelumnya disebut Emotional Quotient/EQ). Kini, kecerdasan emosional udah menjadi salah satu hal yang penting bagi dunia bisnis. Di perusahaan Google aja, karyawan harus mengantri sampai enam bulan untuk mengikuti kelas tentang kecerdasan emosional ini.
Meskipun perannya gak diragukan lagi dalam karier, masih banyak orang yang kurang memahami apa itu kecerdasan emosional. Yuk, simak artikel ini lebih jauh untuk mengenalnya lebih dalam!

Kecerdasan Emosional itu tidak sama dengan bersikap baik terhadap orang lain.

Apa itu kecerdasan emosi?
Apa itu kecerdasan emosi? via www.flickr.com
Menurut Andrew Coleman pada bukunya A Dictionary of Psychology:
Kecerdasan Emosional adalah kemampuan untuk memonitor emosi diri sendiri dan orang lain, memilah-milah antara emosi yang satu dengan yang lain, serta menggunakan informasi emosi untuk memandu cara berpikir dan perilaku.
Dengan kata lain, kecerdasan emosional berarti kemampuan untuk memahami emosi secara benar. EI itu penting, tapi EI gak menentukan baik buruknya seseorang.
Memiliki EI yang baik bukan berarti kamu juga jadi orang yang baik terhadap orang lain. Begitu juga sebaliknya, gak punya EI yang baik bukan berarti kamu jadi jahat. Faktanya. Martin Luther King Jr. dan Adolf Hitler sama-sama menggunakan kecerdasan emosionalnya untuk melakukan pidato yang menggugah.


Kenapa Kecerdasan Emosional itu penting?

Kecerdasan emosional itu penting lho!
Kecerdasan emosional itu penting lho! via www.flickr.com
Kita udah tahu bahwa orang-orang paling sukses bukanlah yang paling cerdas atau yang paling tercukupi hidupnya. Kamu mungkin kenal seseorang yang cerdas tapi ternyata kurang sukses di kerjaan atau hubungan pribadinya. Nah, di sinilah kecerdasan emosional berperan penting dalam kehidupan. IQ membantu kamu untuk menyerap pelajaran di sekolah, tapi EI membantumu untuk mengelola stres dan emosi menjelang ujian.
Kecerdasan Emosional mempengaruhi hal-hal berikut:

1. Kinerjamu saat bekerja.

EI membantu kamu memetakan kompleksitas sosial di tempat kerjamu, memimpin dan memotivasi orang lain, serta meningkatkan karirmu. Banyak perusahaan yang menganggap EI sama pentingnya dengan kemampuan teknis.

2. Kesehatan fisik

EI penting untuk mengelola tingkat stresmu. Stres yang gak terkelola dengan baik bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius, seperti meningkatkan tekanan darah, menurunkan daya tahan tubuh, mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

3. Kesehatan mental

Stres yang gak terkontrol juga dapat menimbulkan gangguan mental, seperti perasaan cemas dan depresi. Kekurangmampuan mengelola emosi juga bisa menimbulkan mood swing yang berpengaruh terhadap kemampuan menjalin hubungan yang kuat

4. Hubunganmu

Dengan memahami emosi dan mampu mengendalikannya, kamu bisa mengekspresikan perasaanmu dan memahami perasaan orang lain dengan lebih baik, sehingga kamu bisa berkomunikasi lebih efektif dan membangun relasi yang lebih kuat, baik di tempat kerja maupun ranah pribadi.

Empat komponen Kecerdasan Emosional

Merasakan emosi
Merasakan emosi via www.flickr.com
Menurut Salovey dan Mayer, ada empat komponen kecerdasan emosional:

1. Merasakan Emosi

Langkah pertama dalam memahami emosi adalah dengan merasakannya. Kamu bisa menerima dan merasakan emosi lewat mimik wajah, gestur tubuh dan nada suara, baik pada diri sendiri maupun orang lain.

2. Berpikir lewat emosi

Kamu bisa menggunakan emosi untuk mendukung kegiatan berpikir dan kognitif. Emosi membantu kita memprioritaskan apa yang menarik perhatian atau menimbulkan reaksi bagi kita, karena kita merespon hal-hal yang bikin perhatian kita terpusat secara emosional.

3. Memahami emosi

Memahami emosi berarti mampu menginterpretasikan emosi yang diekspresikan oleh seseorang. Misalnya, waktu bos kamu kesal, kamu mesti memahami apa makna dibalik emosinya, apakah dia kesal karena kerjaanmu, karena lagi bertengkar sama pasangan, atau karena kena tilang pas perjalanan ke kantor.

4. Mengelola Emosi

Kemampuan mengelola emosi secara efektif adalah kunci dari kecerdasan emosional. Aspek ini meliputi pengaturan emosi diri sendiri serta melakukan respon yang sesuai terhadap emosi yang diekspresikan orang lain.


Tapi, ternyata gak semua pekerjaan membutuhkan kecerdasan emosi yang tinggi.

Pekerjaan ini membutuhkan kecerdasan emosi yang baik
Pekerjaan ini membutuhkan kecerdasan emosi yang baik via www.flickr.com
Psikolog Dana Joseph dari the University of Florida dan Daniel Newman dari the University of Illinois telah menganalisa penelitian-penelitian mengenai emosi yang telah dilakukan sebelumnya, dengan total ribuan karyawan dan 191 jenis pekerjaan. Ternyata, keuntungan dari kecerdasan emosi itu bisa dirasakan berdasarkan jenis pekerjaannya.
Orang-orang dengan pekerjaan yang berhubungan dengan dengan orang lain seperti salesperson, agen real estat, customer service atau call-center representative, serta penasihat dan advokat punya kinerja yang lebih baik jika mereka memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi.
Sementara, pekerjaan seperti mekanik, ilmuwan, dan akuntan justru kinerjanya lebih buruk jika kecerdasan emosionalnya tinggi.

Bagaimana cara mengembangkan kecerdasan emosional?

Mengembangkan kecerdasan emosi
Mengembangkan kecerdasan emosi via www.flickr.com
Seperti yang sudah disinggung di awal artikel ini, kecerdasan emosional bisa dikembangkan melalui kelas-kelas pelatihan yang diadakan baik secara personal maupun kolektif. Tapi, ternyata kecerdasan emosional juga berkembang seiring meningkatnya usia kita lho!
Selain itu, membaca karya sastra juga bisa membantu kita meningkatkan kecerdasan emosional, karena memasuki karakter suatu tokoh bisa membangun rasa empati kita. Terakhir, mendapatkan umpan balik dari orang sekeliling juga dapat meningkatkan IE-mu.

Sisi Gelap Kecerdasan Emosional

Sisi gelap kecerdasan emosional
Sisi gelap kecerdasan emosional via www.flickr.com
Antusiasme untuk memahami kecerdasan emosional yang diwujudkan lewat berbagai penelitian psikologi rupanya telah menguak sisi gelap dari EI itu sendiri. Menurut Adam Grant, profesor dari Wharton School of the University of Pennsylvania, bukti-bukti baru menunjukkan bahwa ketika orang mengasah kecerdasan emosional mereka, mereka bisa lebih mudah memanipulasi orang lain.
Ketika kamu pandai mengontrol emosimu, kamu bisa menyamarkan perasaanmu yang sesungguhnya. Lalu, kalau kamu sudah mengetahui bagaimana perasaan orang lain, kamu bisa memanipulasi dan memotivasi mereka untuk bertindak berlawanan dengan kepentingan mereka. Wah, bahaya juga ya.

Nah, makin paham ‘kan pentingnya kecerdasan emosional bagi kehidupan sehari-hari? Mengingat bahwa kecerdasan emosional punya dua sisi, jangan sampai jadi kita salah gunakan untuk memanipulasi orang lain. Ingat bahwa kecerdasan yang bermanfaat adalah kecerdasan yang bisa membawa kebaikan bagi orang banyak. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu, ya!

excerpt from-Hipwee
budhiku_budhimu_budhikita

Minggu, 17 Agustus 2014

Jadikan hari-harimu lebih Produktif

segelintir orang tentunya menginginkan harinya slalu produktif. Bisa bangun pagi itu dambaan baginya.
Nah, ini cara bagaimana bisa melewati pagi hari yang menyenangkan, sebaiknya kamu gak lakukan hal-hal konyol berikut ini…

Mati'in Alarm Terus Tidur Lagi

matiin alarm dan tidur lagi via www.sofeminine.co.uk
Sebagian orang mungkin merasa bahwa bangun tidur, mematikan alarm, lalu tidur lagi adalah hal biasa. Padahal, hal ini justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan kamu. Pasalnya, kembali tidur setelah sebelumnya sudah terbangun berarti membuat pola baru dalam waktu tidurmu.
Jika alarm sudah berbunyi, sebaiknya segera bangun dan mulai aktivitasmu. Kalau kamu memang merasa tubuhmu sedang kurang fit sehingga butuh waktu tidur yang lebih lama, itu juga bukan masalah kok. Tambahkan jam tidurmu dengan cara menyetel alarm lebih siang dari biasanya. Bagaimana pun, kamu lah yang paling mengerti kondisi tubuhmu ‘kan…

Merencanakan Banyak Kegiatan

terlalu banyak kegiatan via blog.algonquinstudios.com
Sekedar membuat daftar kegiatan mungkin emang gampang dilakukan. Tapi, akan lebih baik jika kamu bisa membuat daftar kegiatan yang efisien. Hal itu justru membuatmu semakin produktif.
Daftar kegiatan yang terlalu banyak justru akan membebani pikiranmu dan membuatmu stres. Ketika stres, maka kamu akan kehilangan fokus dan tingkat produktivitasmu pun terus menurun. Kenali dirimu dan bertanggung jawablah pada dirimu sendiri. Jangan berpikir bahwa kamu bisa jadi manusia super. Sedikit daftar pekerjaan tapi bisa kamu tuntaskan jauh lebih baik daripada banyak daftar pekerjaan tapi cuma bisa kamu selesaikan sebagian.

Bangun Tidur Langsung Nge-Cek Facebook/Twitter

cek email pagi-pagi via writedirection.com
Di era ini kamu mungkin akan demikian penasaran dengan apa yang terjadi selama kamu tidur lalu, sehingga buka email atau media sosial adalah hal pertama yang kamu lakukan di pagi hari. Tapi, sebisa mungkin lawanlah hasratmu itu.
Membuka media sosial akan menyita waktumu dan mungkin menahanmu untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya nggak ada dalam daftarmu. Padahal, kamu sudah punya sekian kegiatan yang harus segera kamu selesaikan. Jangan sampai pagi harimu berantakan hanya karena kamu nggak bisa menahan diri.

Menunda Pekerjaan Yang Bisa Dilakukan Pada Malam Sebelumnya

siapkan segala keperluanmu via www.punchcopy.com
Cara terbaik untuk pagi yang produktif adalah persiapan maksimal di malam sebelumnya. Misalnya, ketika kamu sudah menyiapkan baju, sepatu, dan aksesoris yang akan kamu pakai ke kantor besok pagi. Kamu pun nggak perlu menghabiskan pagi harimu untuk mengacak-acak isi lemari demi menemukan pakaian yang paling keren. Dengan begitu kamu bisa menghemat waktu untuk melakukan hal lain dan siap memulai hari dengan penampilan prima.

Melakukan Beberapa Pekerjaan Sekaligus

sok-sokan multitasking via www.womansworld.in
Kamu sudah membuat jadwal untuk semua kegiatanmu di pagi hari, maka selesaikan semuanya menurut jadwal yang kamu buat. Fokuslah pada pekerjaan-pekerjaan itu, satu-persatu. Jangan mudah terdistraksi dan berusaha untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus. Kamu mungkin merasa mampu. Tapi, apakah kamu benar-benar bisa atau justru membuat semuanya berantakan?

Malas Sarapan

malas sarapan via kokikutv.fimela.com
Yup, sarapan adalah asupan makanan terpenting bagi tubuh. Banyak orang mungkin mengabaikan tentang pentingnya sarapan. Apakah kamu pernah membayangkan tentang mobil yang berjalan tanpa bensin? Nah, sama halnya dengan tubuhmu.
Sarapan adalah bahan bakar bagi tubuh. Sarapan sehat akan memberikan manfaat bagi tubuh secara mental, yaitu kamu lebih mudah fokus dan konsentrasi. Hal ini juga akan memberi dampak positif bagi aktivitasmu selama sehari penuh.

Datang Ke Kantor Tepat Waktu

datang ke kantor lebih awal via www.welcomeireland.ie
Lho, apa salahnya datang ke kantor tepat waktu? Yah…ternyata untuk bisa lebih produktif, kamu sebaiknya datang ke kantor lebih awal daripada rekan-rekan kerjamu. Misalkan, kamu bisa datang satu jam lebih awal dari jadwal yang seharusnya. Dengan begitu kamu akan punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kamu bisa merapikan meja kerja atau merapikan dokumen untuk rapat dengan tenang. Nggak ada suara bising rekan kerjamu atau hasrat bersosialisasi yang mengganggu kinerjamu.

Buang-Buang Waktu

buang-buang waktu via www.businessnewsdaily.com
Jika ingin menjadi seseorang yang produktif maka jangan pernah katakan “aku nggak punya banyak waktu”. Faktanya, kamu punya waktu 24 jam, sama seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Najwa Shihab, Dahlan Iskan, atau orang sukses lainnya. Lalu, kenapa kamu nggak sehebat mereka? Yup, kemampuanmu mengatur waktu adalah yang menentukan kesuksesanmu.

Memulai Hari Dengan Marah-Marah

kendalikan emosimu via www.mnn.com
Nggak ada yang lebih buruk dari memulai hari dengan marah-marah. Marah adalah ekspresi emosi yang kuat dan seringkali merugikan jika kamu nggak bisa mengendalikan dirimu. Ketika kamu keluar rumah dengan mood semacam ini maka fokus dan konsentrasimu akan tersita untuk kemarahanmu. Akibatnya, kamu sulit fokus dan berkonsentrasi pada hal lain yang sebenarnya lebih penting.

Nah, mulailah harimu dengan hal-hal yang positif agar kamu bisa lebih produktif. Tinggalkan hal  buruk yang bisa terjadi. Setidaknya kamu berusaha untuk menjadikan hari-harimu lebih berkualitas dengan mencoba 9 tips tersebut. Selamat mencoba, semoga hari-harimu lebih produktif…


excerpt from-Hipwee
budhiku_budhimu_budhikita

Masih nyaman dengan Zona Amanmu ?

Sisi dibalik zona Amanmu.

Zona nyaman adalah situasi dimana kamu benar-benar merasa aman, rileks, dan puas dengan apa yang saat ini telah kamu miliki. Ketika kamu terperangkap dalam zona nyaman, kamu nggak akan mau mencoba hal-hal baru atau mengambil risiko besar. Jadi ketika satu kesempatan datang, kamu mengabaikannya. Kamu bilang hidupmu sudah mapan, enak, nyaman, dan banyak sudah-sudah yang lainnya.
Bisa jadi kamu memang sudah mapan, tapi kamu nggak akan pernah bisa sukses kalau tenggelam dalam kemapanan itu. Calon orang-orang sukses paham bahwa zona nyaman itu jebakan hidup, dan betapa bahayanya jika terperangkap dalam zona “setan” ini.
Nah, emang apa saja sih bahayanya zona nyaman?

Zona Nyaman Menutup Kesempatanmu Untuk Tumbuh Dan Berkembang

menutup kesempatanmu untuk berkembang via farm8.staticflickr.com
Saat berada di zona nyamanmu, wajar untuk merasa puas dengan kehidupanmu. Namun sebenarnya kepuasan yang kamu rasakan itu adalah semu, karena kamu menutup mata terhadap berbagai perubahan dan kemajuan yang ada di sekelilingmu.
Padahal guys, perubahan itu ada dan akan selalu ada selama manusia masih menghembuskan napasnya. Akuilah bahwa alasanmu untuk menutup mata dan bergelung dalam zona nyamanmu hanyalah karena kamu terlalu takut untuk menghadapi ketidaknyamanan saat kamu menerima perubahan itu. Ketakutanmu pada perubahan itulah akan menutup kesempatanmu untuk tumbuh, berkembang dan bersinar layaknya mereka-mereka yang menjadi sukses dalam kehidupannya.

Berkutat Di Zona Nyaman Sama Dengan Menyulitkan Dirimu Sendiri

berada di zona nyaman sama dengan menyulitkan dirimu sendiri via farm3.staticflickr.com
Karena kehidupan selalu berubah, kita juga harus mau menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Mereka yang tetap stagnan dan terlalu takut untuk berubah akan ditinggalkan oleh kehidupan.Memang apa yang bisa kamu harapkan pada dirimu yang lebih asyik dalam zona nyamannya dan tidak ingin mengembangkan segala potensi yang dimilikinya di saat orang lain tengah sibuk menantang dirinya?
Sekarang kamu mungkin masih merasa bahwa hidupmu baik-baik saja. Tapi seiring berjalannya waktu baru kamu akan menyesal karena kamu terlalu asyik dengan zona nyamanmu. Usiamu menua, pengalamanmu minim, teman-temanmu kebanyakan telah sukses dengan pekerjaannya atau dengan usaha yang dirintisnya. Kalau sudah begitu kamu masih mau bermalas-malasan dengan zona nyamanmu?

Zona Nyaman Cenderung Membuatmu Berpikir Negatif

zona nyaman membuatmu cenderung berpikir negatif via farm8.staticflickr.com
Terlalu asyik dengan zona nyamanmu dengan tidak melakukan apapun akan membuat pikiranmu kosong. Tidak ada masalah yang harus kamu pikirkan, tidak ada kesibukan yang harus kamu kerjakan, dan tidak rencana yang harus dimatangkan. Pikiran yang kosong ini memiliki banyak dampak negatif lho untuk dirimu.
Selain memudahkanmu untuk kerasukan atau kesambet, pikiran yang kosong cenderung akan membuatmu memikirkan hal-hal negatif. Karena alasan-alasan ini pula pikiran kosong sering dikatai bakal diganggu setan.

Kamu Akan Dilanda Kebosanan Akut Dan Ketidakpuasan Terhadap Hidup

dilanda kebosanan akut via farm8.staticflickr.com
Zona nyaman juga akan membuatmu bosan tidak ketulungan terhadap kehidupanmu. Ditambah dengan kecenderungan berpikir negatif, kamu bisa semakin meratapi nasib. Kamu perlahan mulai merasa merasa terasing, merasa paling tidak beruntung dan tak ada satupun yang mengerti dirimu.
Padahal penyebabnya hanya satu: kamu terlalu nyaman berlama-lama dalam zona nyamanmu. Secara tidak sadar kamu menutup mata terhadap berbagai hal baru, pengalaman dan kesempatan baru untuk merasakan keindahan hidup yang sebenarnya datang padamu.


Perlahan Kamu Kehilangan Arah Dan Bingung Dengan Tujuan Hidupmu Sendiri

membuatmu kehilangan tujuan hidup via farm9.staticflickr.com
Berada dalam zona nyamanmu, secara tidak langsung berarti membiarkan dirimu hidup tanpa arah dan tujuan. Kamu tidak lagi memiliki motivasi yang membuatmu bersemangat memulai harimu. Kamu tidak lagi menikmati serunya menghadapi cobaan hidup yang tak bisa diprediksi. Kamu juga bingung sendiri tentang tujuan hidup yang sekarang kamu jalani.

Kamu Akan Kehilangan Banyak Kesempatan

kehilangan banyak kesempatan hidup via farm5.staticflickr.com
Orang-orang dapat meraih kesuksesan mereka karena selalu mencari-cari peluang dan kesempatan yang ada di sekeliling mereka.
Karena itu, mereka yang tidak berani keluar dari zona nyamannya tidak akan pernah bisa meraih kesuksesan. Kamu sudah cukup puas dengan hidupmu sehingga berbagai kesempatan yang datang padamu tetap saja terlihat tidak cukup baik untukmu.

Kamu Yakin Kamu Benar-Benar Bahagia Dalam Zona Nyamanmu?

hidup baru dimulai saat kamu berani meninggalkan zona nyamanmu… via farm8.staticflickr.com
Saat membaca artikel ini, atau di saat kamu sedang merasa stagnan dan jenuh dengan hidupmu, cobalah bertanya pada dirimu sendiri. Apakah kamu telah masuk dalam jebakan zona nyaman? Apakah kamu benar-benar bahagia dengan yang selama ini kamu lakukan? Atau apakah kondisimu saat ini adalah kondisi yang kamu cita-citakan sejak dahulu?
Tak perlu dengarkan komentar orang lain yang mungkin akan mengataimu kurang waras karena meninggalkan “kehidupan enak” yang selama ini kamu nikmati. Mulai cari tahu tentang apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidupmu dan terima kesempatan yang menghampirimu. Tak perlu ragu dan takut dengan resiko yang akan kamu hadapi, karena harusnya kamu percaya resiko tersebut akan sebanding dengan kepuasaan penuh yang akan kamu rasakan ketika kamu berani mengejar mimpimu.
Jika kamu masih ragu untuk keluar dari zona nyamanmu, maka renungkanlah motto organisasi Narcotics Anonymous di bawah ini:
“Insanity is doing the same things over and over again, expecting different results.”
masih nunggu apa lagi untuk keluar dari zona nyamanmu? Kamu tentu nggak mau kan ditinggalkan oleh kehidupan?


excerpt from-Hipwee
budhiku_budhimu_budhikita